Posted March 27, 2017 by Rino Rakhmata Mukti, Dr. rer.nat in Berita

Liputan 3rd EAZC, Bali: Prof. Javier García-Martínez

Liputan 3rd EAZC, Bali

Javier García-Martínez (h-indeks = 25), salah satu profesor terkemuka dunia dibidang kimia turut hadir dalam konferensi 3rd Euro-Asia Zeolite Conference (EAZC) 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 Januari 2017 lalu di Nusa Dua, Bali. Javier diundang sebagai keynote speaker dan beliau berhasil membawakan presentasinya dengan sangat menarik. Presentasi yang bertemakan Toward the Rational Design of Hierarchical Zeolites: Surfactant-Based Strategies from the Lab to Industrial Application memberikan suatu pandangan baru mengenai penelitian dan komersialisasi. Saat ini beliau menjabat sebagai direktur laboratorium molecular nanotechnology di Universitas Alicante, Spanyol. Bidang penelitiannya meliputi nanomaterial, material mesopori, zeolit dan katalis, khususnya untuk aplikasi yang berhubungan dengan energi. Selain itu, Javier merupakan seorang co-founder yang juga merangkap sebagai chief scientist dari sebuah perusahaan bernama Rive Technology, Inc. Perusahaan ini dibangun sejak beliau menjalankan program postdoctoral di MIT. Dalam hal ini, Javier berperan dalam pengembangan teknologi dan membantu pembuatan hak paten. Perusahaan tersebut bergerak pada komersialisasi katalis nano untuk beberapa aplikasi clean energy. Sebelumnya Javier bekerja di Institut Teknologi California (CalTech) dan UC Barkeley.

Selain berhasil menerbitkan banyak publikasi ilmiah dan beberapa buku, Javier juga memiliki lebih dari 25 hak paten dimana sebagian besar telah mendapatkan lisensi. Jurnal ilmiah yang diterbitkan telah disitasi sebanyak 3751 sitasi dimana selalu mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Beberapa buku yang telah diterbitkan berjudul “Nanotechnology for the Energy Challenge” pada tahun 2010 dan “The Chemical Element” pada tahun 2011 oleh penerbit Wiley.

Dari kehebatannya dalam penelitian dan menulis tulisan ilmiah, Javier kerap memperoleh penghargaan yang mebuat eksistensinya semakin diakui dunia. Javier menerima the Europe Medal di tahun 2005, the Silver Medal of the European Young Chemist Award di tahun 2006, kembali memperoleh the Europe Medal sebagai the Outstanding European chemist under the age of 35 pada tahun 2007. Selanjutnya, the World Economic Forum memberikan penghargaan sebagai salah satu pemimpin muda dunia pada tahun 2009. Baru-baru ini Javier juga menerima penghargaan bergengsi dari divisi energi dan bahan bakar ACS (American Chemical Society) sebagai ACS Emerging Researcher Award pada tahun 2015.
Tidak cukup dengan dunia penelitian, Javier juga turut membuka diri dan ikut bergabung dalam beberapa organisasi internasional. Sejak 2008, Javier tergabung dalam keanggotaan IUPAC khususnya pada bidang kimia anorganik. Javier juga secara aktif tergabung dalam the World Economic Forum’s Global Agenda Council on Emerging Technologies di tahun 2010, anggota dari The Global Young Academy, Bureau member of the IUPAC dan anggota dari RSC (The Royal Society of Chemistry). Dari jam terbang tersebut membawa Javier sebagai juri dalam beberapa penghargaan bergengsi seperti MIT TR35 Award, Princeton Innovation Forum dan Young Chemist Award.

Selain tertarik pada bidang penelitian dan inovasi, Javier juga menekuni dunia usaha komersialisasi katalis nano yang sudah dijelaskan diatas. Javier kerap memberikan saran kepada para peneliti untuk dapat mengaplikasikan hasil penelitian di lab kedalam skala industri. Saran tersebut kerap disampaikan melalui beberapa acara konferensi dan melalui tulisan artikel. Salah satu artikelnya dimuat dalam blog World Economic Forum yang berjudul “What can nanotech do for entrepreneurs and job creation?”, artikel yang dimuat pada tanggal 30 Juli 2015 ini berisi tentang mengubah pandangan umum mengenai nano-teknologi dan berbagi pengalamannya sebagai founder dari sebuah start-up.

Maryani K. Wardani, Mahasiswa S2 Kimia ITB

Download Book of Abstract EAZC 2017