Posted April 4, 2017 by Rino Rakhmata Mukti, Dr. rer.nat in Berita

Liputan 3rd EAZC, Bali: Prof. Mark Davis

Liputan 3rd EAZC, Bali

Mark E. Davis (h-indeks = 93 dari Scopus), seorang profesor terkemuka dunia dibidang teknik kimia dan nanomedicine menjadi plenary speaker dalam konferensi 3rd Euro-Asia Zeolite Conference 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 Januari 2017 lalu di Nusa Dua, Bali, Indonesia. Prof. Davis dipilih menjadi salah satu dari sedikit akademisi yang dapat duduk di National Academy of Engineering, National Academy of Sciences dan National Academy of Medicine, Amerika Serikat. Prof. Davis sebelumnya berafiliasi di California Institute of Technology (Caltech) dan sekarang menjabat sebagai Provost Profesor di University of Southern California (USC). Selama berada di Caltech, Prof. Davis telah menjadi pionir dalam semua bidang penelitiannya. Prof Davis sangat dikenal dalam penelitiannya di bidang sintesis material fungsional seperti zeolit dan padatan lainnya yang dapat diaplikasikan dalam industri katalis, polimer dan lain-lain. Penelitiannya di bidang biomaterial untuk pengobatan penyakit kanker juga mendapatkan apreasiasi dan menjadi terobosan untuk pengembangan dunia obat-obatan. Selama beberapa dekade, Prof Davis telah menerima beberapa penghargaan prestisius termasuk penghargaan dari AIChE dan ACS. Pada tahun 2013, beliau menerima penghargaan dari pangeran Spanyol dan tahun 2015, beliau dinobatkan sebagai National Academy of Inventors, Amerika Serikat. Prof. Davis juga telah berkontribusi pada pembentukan Calando Pharmaceuticals Inc., sebuah perusahaan yang membuat RNAi therapeutic untuk mendapatkan uji klinis pengobatan penyakit kanker.

Sebagai pembicara plenary di EAZC, Bali, Prof. Davis membawakan presentasinya dengan sangat menarik yang bertemakan “A Few Thoughts on Zeolite Synthesis: Past, Present and Future”. Beliau menyebutkan bahwa komersialisasi dari aplikasi zeolit telah memberikan peningkatan pada mutu kehidupan secara luas, namun tidak banyak pihak yang mengetahuinya. Bahkan di Amerika serikat sendiri, ketika kita mencari “zeolite” di search engine seperti google maka yang akan muncul sebagai pencarian tertinggi bukanlah material zeolit yang kita maksud, melainkan hal-hal lain seperti grup band bernama zeolite. Hal ini menunjukkan bahwa material zeolit masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, beliau sebagai peneliti zeolit ingin melakukan komunikasi kepada masyarakat luas akan pentingnya peran zeolit dan menghimbau untuk turut menjaga kelangsungan riset zeolit dimasa depan. Akhirnya beliau mencetuskan untuk mulai mengenalkan zeolite ke masyarakat luas dengan melakukan edukasi kepada para siswa yang menekuni bidang science and engineering untuk melakukan komunikasi tentang material zeolit secara individual kepada masyarakat melalui social media seperti facebook, twitter, Instagram dan sebagainya. Prof. Davis juga menekankan bahwa aplikasi zeolit di masa depan sangat tergantung pada research and development dimana pembiayaan dari pihak pemerintah dan industri juga turut terlibat. Beliau meyakini bahwa riset zeolit akan terus berkembang dari waktu ke waktu dimana hal ini akan membuka jalan baru untuk melakukan komersialisasi aplikasi zeolit yang lebih variatif. Harapan ini juga tidak terlepas dari kesinambungan penelitian sintesis zeolit antara universitas dan perusahaan sejenis.

Maryani K. Wardani, Mahasiswa S2 Kimia

Download Book of Abstract EAZC 2017